Sabtu, 28 Juli 2012

PEMBANTAIAN UMAT HINDU DAN BUDHA INDIA OLEH ISLAM


http://www.historyofjihad.org/india.html

Perjuangan Hindu yang Sengit dan Terus Menerus melawan Jihadis menghalangi Islamisasi India secara total

Image

Berbeda dengan Islamisasi total Persia, Mesir, Mesopotamia (Irak), Turki, Afrika Utara, Islamisasi India tidak tuntas. Setelah lebih dari 1000 tahun tirani Muslim, dari 715 - 1761, lebih dari 70% rakyat India tetap Hindu. Ini BUKAN karena kebaikan Muslim, karena ini memang bukan ciri khas mereka. Keberanian ksatria2 Hindulah yang mampu menghantam keberingasan berdarah Jihadi berkali2 terlepas dari berbagai kekalahan yang juga dialami pihak Hindu.

Muslim menyerang India hanya 4 tahun setelah mereka menginvasi Persia

Tidak banyak yang tahu bahwa setelah menginvasi Persia tahun 634, Muslim menginvasi kawasan Sindh di India tahun 638, jarak waktu yang 4 tahun. Tapi sementara Persia takluk setelah 17 tahun, mulai tahun 651, Muslim sampai memerlukan waktu 700 tahun untuk menjajah India (sekarang Sindh menjadi Pakistan, yang memisahkan diri dari India tahun 1947).

Dan bahkan setelah itu merekapun tidak dapat memerintah India secara damai. Perlawanan Hindu bukan saja sengit tetapi kebuasan kelompok Maratha Hindu sampai menyaingi kebuasan Muslim. Mereka, terpaksa mengikuti cara perang muslim, yaitu mengejar Muslim sampai ‘dimanapun mereka dapat ditemukan’. Taktik mengalahkan Muslim macam ini juga diulangi di Ethiopia dan Sudan Selatan (Nubia) dimana orang2 Kristen Afrika dari Nubia menggunakan taktik gerilya untuk mengejar setiap dan semua Muslim sampai ke akar2nya. Hanya dengan cara ini Islam dapat dikalahkan.

Taktik kotor Muslim melawan India: memenggal kepala anak2

Serangan Arab Muslim melawan India sejak 638 berkali2 dapat dikalahkan oleh para raja Makara (Makran) dan Sindh. Kealotan Hindu ini sampai mengherankan Muslim. Setelah kampanye berdarah selama 80 tahun, Muslim merebut Fort Deval (Debal, didekat Karachi sekarang) secara curang, dengan menculik 3 anak-anak seorang petinggi Fort Debal, MEMENGGAL KEPALA SALAH SEORANG ANAK DAN MENGANCAM AKAN MEMENGGAL YANG LAIN.

Dengan ancaman ini pihak Hindu terpaksa menyerah. Mereka namun demikian tidak akan pernah melupakannya, saat pemimpin biadab Muslim, Mohammed bin Kasim, mulai menancapkan cengkraman kotornya di India. Dua puteri Raja Dabir yang ditangkapi Qasim juga ditangkap dan dikirim kepada sang Kalif di Bagdad untuk koleksi haremnya. Tapi puteri2 ini tidak semudah itu dikalahkan. MEREKA MEROBEK HYMEN MEREKA DENGAN TANGAN MEREKA SENDIRI DAN MENGATAKAN BAHWA KASIM telah mengambil keperawanan mereka. Ini membuat marah sang Kalif dan memanggil Kasim ke Bagdad. Kasim dituduh melakukan pengkhianatan ! Hukumannya ? Ia disekap dalam sebuah peti kayu bulat yang ditancapi dengan paku didalamnya dan peti kayu itu digulingkan dari bukit. Demikianlah kematian mengenaskan salah satu algojo Muslim India.

Cara kaum Rajput Hindu merongrong Muslim selama 500 tahun

Setelah menjajah Sindh, Muslim menyerang Punjab tapi kalah. Kemudian mereka menyerang Rajputana, tetapi kalah oleh Raja Bhoj, dan saat mereka menyerang Gujarat, mereka dikalahkan para Chalukya (Solankis) dari Anahilwada. Jadi dari tahun 715 sampai 980, Muslim tidak maju2 dari Sindh. Hanya di thn 980, Muslim bisa menyerang India lagi.

Cara Muslim memanfaatkan aristokrat Hindu

Image

Bhai Taru Singh ji (samping) dikuliti bagian atas kepalanya hidup2 atas penolakannya masuk Islam (th 1745)

Thn 980, panglima Muslim, Sabuktagin menggunakan mata2 untuk mempelajari taktik perang Hindu. Menurut mata2, Hindu memulai perang pada saat matahari terbit dan mengakhirinya pada saat matahari terbenam. Setelah mempelajari taktik ini, Sabuktagin menantang raja Jayapal Shahiya untuk berperang dan keduanya menyetujui tempat dan waktu perang. Keduanya sampai pada tempat yang ditentukan, satu hari sebelum tanggal perang yang sudah ditetapkan dan keduanya saling mengirimkan utusan untuk menyetujui permulaan perang pada saat matahari terbit keesokan harinya. Tapi malam itu juga Muslim menyusup masuk kamp Hindu dan membantai sebagian besar tentara Hindu.

Keesokan harinya, sisa2 tentara Hindu mengundurkan diri ke ibukota mereka, Kubha, sambil dikejar Muslim. Kota itupun direbut Muslim dan menamakan kota itu; KABUL. Hindu semakin terdesak ke arah timur.

Taktik licik Muslim di Pertempuran Lahore

Setelah merebut Kabul, Muslim menghancurkan semua kuil2 Hindu dan memaksa orang2 Hindu masuk Islam. Setelah kekalahan raja Jayapal Shahiya, puteranya, Anandpal Shahiya, memindahkan ibukotanya dari Kabul ke Luvkushpura (Lahore). Ia mengumpulkan semua sekutunya dan menghadapi penjajah Muslim yang sekarang dipimpin oleh putera Sabuktagin, Mahmud.

Kedua pasukan bertemu di pinggir sungai Ravi dekat Lahore. Muslim dibuat hancur lebur oleh Hindu yang tidak juga mau menyerah kepada imperialisme Arab biadab. Hindu menggunakan gajah yang dilengkapi dengan tameng. Muslim menyadari kelemahan mereka. Mereka mengirim utusan ke Anandpala, dengan alasan mencari damai dan dibiarkan keluar dari India dengan selamat. Guna menunjukkan maksud baik mereka, mereka mengatakan bersedia untuk datang ke kamp Hindu untuk makan siang. Anandpala sayangnya menyetujuinya, walaupun ia diprotes keras oleh sekutu2nya.

Pihak Muslim mendatangi markas Hindu siang itu. Mereka berpura2 mengobrol dengan tentara Hindu dan meminta agar diperlihatkan tempat markas para gajah. Sang tuan rumah yang ramah tamah sama sekali tidak mencium akal bulus musuh mereka ini. Bagi mereka ‘tamu harus diperlakukan seperti dewa’ (Athithi Devoh Bhava). Dengan diam2 Muslim menyelundupkan serbuk2 opium kedalam makanan gajah.

Beberapa saat kemudian pihak Muslim pulang dan Hindu yakin bahwa perang kini selesai dan perdamaian segera akan tercapai dengan pembubaran kedua markas perang mereka. Tapi betapa kagetnya mereka setelah beberapa jam kemudian mereka mendengar kavalri Muslim mengelilingi markas mereka dan memulai serangan sengit dengan teriakan histeris ‘Allahuakbar’. Hindu dengan bingung segera mempersiapkan gajah mereka dengan menaruh sadel di punggung gajah dan segera menyerang Muslim secara semrawut. Mereka semakin shock ketika gajah mereka menolak perintah dan malah melarikan diri dari ajang pertempuran. Gajah2 itu sudah terkena pengaruh opium. Gajah yang dikendalikan Pangeran Anandpala juga mulai lari kesana kemari. Ia dikejar tentara Muslim yang memotong tali sadelnya dan mengakibatkannya jatuh dari gajahnya. Ia terhempas ke tanah dan saat tidak berdaya, MUSLIM MEMENGGAL KEPALANYA, menusuk kepalanya pada ujung tombak dan memamerkannya pada pasukan Hindu. Ini semakin membuat shock pasukan Hindu yang sudah kebingungan. Tidak terbiasa dengan cara biadab memperlakukan seorang pemimpin macam ini, tentara Hindu mengundurkan diri tetapi tidak lama kemudian merekapun dibantai.

Penculikan dan Pembunuhan Tirlochanpala oleh Muslim yang berpura2 sebagai Sanyasi

Setelah kemenangan curang mereka di Lahore, cucu muda Jayapala Shaiya, Tirlochanpala Shahiya, mengambil oper kekuasaan. Ia hanya anak muda berusia 17 tahun. Ia memindahkan ibukota dari Lahore ke Kangra, sekarang disebut Himachal Pradesh.

Kerajaan Shahiya yang meliputi dari Heart sampai ke Haridwar, kini semakin menciut menjadi hanya 1/5 bagian dan tidak memiliki posisi untuk menghalangi lajunya Muslim di India. Tetapi ia tetap melanjutkan contoh ksatria ayah dan kakeknya dan bersekutu dengan raja2 Kashyapmeru (Kashmir) dan Tibet, untuk mengusir Muslim dari Punjab dan Upaganasthan (Afghanistan). Gubernur Muslim dari Punjab, marah dan seperti memang sudah menjadi ciri khas Muslim, merencanakan akal bulus untuk mengalahkan raja muda itu.

Ia mengirimkan tentara yang berbusana seperti tukang2 bertapa Hindu dari Kabul membawa pesan2 damai bagi Tirlochanpala. Dengan tipu daya ini, mereka diijinkan masuk rumah sederhana Tirlochanpala (karena kekayaan raja2 Shahiya habis dijarah Muslim). Begitu mereka masuk, tukang2 bertapa penyamar itu menyerang sang pangeran, menggorok lehernya dan memutuskan kepalanya yang kemudian mereka selundupkan keluar, dan meninggalkan pesan di dekat tubuh tidak berkepala raja muda itu bahwa Islam akan jaya dan akan mengalahkan siapapun yang ingin menghalangi jalan Allah.

Sisa2 tentara Shahiya, kehilangan pemimpin dan patah semangat. Mereka bermigrasi ke pegunungan Himalaya dan menjadi peternak domba dan kambing. Mereka kemudian dikenal sebagai Gaddi. Gaddi2 ini sampai sekarang masih eksis di Himalaya.

Jadi dengan kematian Tirlochapala, raja terakhir dinasti Hindu yang menguasai Afghanistan dan Punjab hilang sudah. India harus menunggu 800 tahun sebelum Raja Punjab, Maharaja Ranjit Singh menaiki tahta pada abad 18. Selama 800 tahun itulah berlangsung tirani Muslim yang memaksa mayoritas Hindu Afghanistan, Paktoonistan dan Punjab Barat menjadi Muslim.

Penjarahan Somnath oleh Mahmud Ghaznavi

Dengan habisnya dinasti Shahiya, India menjadi tempat jarahan Muslim yang dipimpin Mahmud yang menghancurkan kuil2 Hindu di Somnath, Palitana, Thanesar (Staneshwara), Mathura, Kannauj, Khajuraho setiap tahunnya, sambil tidak lupa mengambil budak bagi pasar2 budak Bagdad dan kota2 Muslim lainnya. Jarahannya terhadap kuil Hindu ternama, Somnath di Prabhash Patan di Gujarat sampai sekarang masih membekas di benak Hindu. Tawanan2 Hindu ini harus berjalan lewat pegunungan Himalaya bagian barat. Banyak yang mati ditengah jalan. Muslim menamakan kawasan Himalaya Barat dengan ‘Hindu Kush’, yang berarti Pembunuhan Orang Hindu (Kush berarti ‘membunuh’ dlm bahasa Persia). Nama ini masih dipakai sampai sekarang dan merupakan peringatan bagi Hindu akan masa tragis ini.

Image

Bhai Dayala Ji dimasak dlm kuali hidup-hidup oleh tentara Muslim (th 1675) http://en.wikipedia.org/wiki/Bhai_Dayala

Masih panjaaannnggg. Baca selengkapnya disini http://trulyislam.blogspot.com/2009/01/ ... islam.html
User avatar
mamadkafirun
Lupa Diri
Lupa Diri
Posts: 1802
Joined: Thu Apr 14, 2011 3:15 pm
Location: in God's heart.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar